Penyebab Ban Mobil Aus Tidak Merata & Cara Mengatasinya
Ban mobil aus tidak merata adalah masalah umum yang sering dianggap sepele oleh pemilik kendaraan. Padahal, keausan ban yang tidak normal bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada sistem kemudi, kaki-kaki, atau pengaturan roda mobil.
Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya membuat ban cepat habis, tetapi juga menyebabkan mobil tidak stabil, setir bergetar, hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Masalah ini sering berkaitan dengan stir mobil bergetar saat kecepatan tinggi dan keterlambatan melakukan perawatan rutin.
1. Spooring Roda Tidak Sesuai
Penyebab paling sering ban habis sebelah adalah sudut roda yang tidak sesuai standar pabrikan. Ketika camber, caster, atau toe berubah, ban akan terus bergesekan di satu sisi saja.
Tanda khas masalah spooring:
- Bagian dalam atau luar ban habis lebih dulu
- Mobil terasa lari ke kiri atau kanan
- Setir tidak lurus saat jalan lurus
Solusinya adalah melakukan spooring ban mobil secara berkala, terutama setelah menghantam lubang atau naik trotoar.
2. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai
Tekanan angin yang terlalu rendah membuat bagian pinggir ban cepat aus, sedangkan tekanan terlalu tinggi membuat bagian tengah ban cepat botak.
Banyak pengendara mengabaikan standar tekanan angin ban yang direkomendasikan pabrikan, padahal ini berpengaruh langsung pada umur ban.
Idealnya, tekanan angin dicek minimal dua minggu sekali atau sebelum perjalanan jauh.
3. Balancing Ban Bermasalah
Ban yang tidak seimbang menyebabkan putaran roda tidak stabil. Selain memicu getaran di setir, kondisi ini juga mempercepat keausan ban secara tidak merata.
Biasanya gejala muncul di kecepatan 60–100 km/jam dan semakin terasa seiring waktu.
Melakukan balancing ban mobil setiap ganti ban atau setelah melakukan perbaikan velg sangat dianjurkan.
4. Komponen Kaki-Kaki Mobil Sudah Aus
Komponen seperti ball joint, tie rod, bushing arm, dan shockbreaker berfungsi menjaga posisi roda tetap stabil. Jika salah satu aus, roda akan bergerak tidak normal dan membuat ban terkikis secara tidak merata.
Ciri-ciri kaki-kaki bermasalah:
- Bunyi gluduk saat melewati jalan rusak
- Setir terasa tidak presisi
- Mobil limbung saat menikung
Dalam kondisi ini, spooring dan balancing saja tidak cukup tanpa mengganti komponen yang rusak.
5. Kebiasaan Berkendara yang Kurang Tepat
Cara mengemudi juga memengaruhi keausan ban. Akselerasi dan pengereman mendadak, sering menghantam lubang, atau membawa beban berlebih dapat mempercepat kerusakan ban.
Pengemudian agresif dalam jangka panjang membuat tapak ban cepat habis meskipun kondisi mobil sebenarnya normal.
Bahaya Jika Ban Aus Tidak Merata
Mengabaikan kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak serius, seperti:
- Daya cengkeram ban menurun
- Mobil sulit dikendalikan
- Konsumsi bahan bakar meningkat
- Risiko pecah ban di kecepatan tinggi
Kapan Harus Mengganti Ban?
Ban sebaiknya segera diganti jika:
- Tapak ban sudah tipis di satu sisi
- Pola aus sudah tidak bisa diperbaiki dengan spooring
- Usia ban lebih dari 3–4 tahun
Untuk memastikan kondisi ban dan kaki-kaki mobil tetap optimal, lakukan pengecekan rutin di bengkel terpercaya.
Bengkel Mobil Sinar Bahagia
Jalan Gunung Sahari No. 60–63, Blok A9-10, RT.2/RW.1, Kemayoran, Jakarta 10610
Kesimpulan
Ban mobil aus tidak merata bukan sekadar masalah ban, tetapi tanda adanya gangguan pada sistem kemudi dan suspensi. Dengan spooring, balancing, dan perawatan kaki-kaki yang tepat, umur ban bisa lebih panjang dan kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Comments
Post a Comment